Home » Posts tagged 'featured'

Tag Archives: featured

Advertisements

Perihal penerimaan Ijazah Paket B dan C


Banyak teman-teman Paket B dan C yang bertanya-tanya, kapan ijazah saya keluar.

Ini informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi

Selamat siang bpk/ibu kepala SMA
Bersama ini kami sampaikan bahwa sesuai informasi dari Direktorat SMA penyediaan blanko ijazah mengalami keterlambatan dan diperkirakan pada akhir bulan Juli 2018 baru bisa sampai di Provinsi. Keterlambatan ini bukan hanya untuk Papua saja namun berlaku di seluruh SMA se Indonesia. Untuk itu apabila ada lulusan yang memerlukan segera ijazah aslinya mohon dijelaskan kondisi ini. Selain itu mohon segera dipastikan validitas data lulusan sebelum dilakukan pencetakan Ijazah dan SHUN agar tidak terjadi kesalahan data setelah dilakukan pencetakan. Mohon informasi ini diteruskan kepada kepala sekolah masing-masing dan kepada ketua MKKS mohon diinformasikan ke anggotanya.
Demikian untuk dimaklumi dan atas perhatian serta kerjasamanya disampaikan terima kasih.

Sumber. Whatsapp Group

Advertisements

Program Kecakapan Kerja (PKK) Tahun Anggaran 2017 “Kursus Komputer”


Pengangguran sampai saat ini merupakan permasalahan pokok bangsa Indonesia. Pengangguran terjadi pada kelompok masyarakat yang tidak memiliki keterampilan (unskill) sehingga mereka tidak memiliki daya saing untuk meraih peluang kerja yang tersedia. Dalam hal ini, program pelayanan pendidikan dalam bentuk kursus dan pelatihan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) merupakan pilihan yang tepat sebagai upaya pengentasan pengangguran sekaligus kemiskinan.

Gbr. Peserta Prog PKK Tahun Anggaran 2017

Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) merupakan program layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan berbasis keterampilan kerja sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Program PKK merupakan program layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan kompeten pada bidang keterampilan sesuai kebutuhan DUDI sehingga dapat memanfaatkan secara optimal peluang-peluang kerja yang terbuka pada era MEA. Program PKK merupakan salah satu wujud program penyelarasan kursus dan pelatihan dengan kebutuhan kompetensi kerja pada DUDI dan kewirausahaan. Melalui program ini, peserta didik dibekali keterampilan sesuai kebutuhan DUDI dan dikembangkan etos kerjanya. Setelah menyelesaikan program, peserta didik dibantu dan dibimbing oleh lembaga penyelenggara program untuk mengakses lapangan kerja yang tersedia sampai mereka dapat bekerja pada DUDI.

Pengumuman 10 (Sepuluh) Besar Hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer Bagi WB Paket B dan Paket C


Berkenaan dengan telah selesainya proses pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi WB Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Penata Kehidupan Program Paket C dan Paket B. Berdasarkan hasil UNBK maka diumumkan hasil 10 (Sepuluh) besar, sebagai berikut:

*) Paket B

1 B-18-25-05-020-011-6 Yulia Rani Sariastuti
2 B-18-25-05-020-023-2 Satiman
3 B-18-25-05-020-022-3 Santoso
4 B-18-25-05-020-014-3 Darsono
5 B-18-25-05-020-019-6 Nuryanto
6 B-18-25-05-020-021-4 Rabianah Udin
7 B-18-25-05-020-003-6 Edi Pranyoto
8 B-18-25-05-020-006-3 Irna Irmawati
9 B-18-25-05-020-004-5 Fitri Yulita Sari
10 B-18-25-05-020-020-5 Oqian Eka Aldiansah

*) Paket C

1 C-18-25-05-020-060-5 Jemangin
2 C-18-25-05-020-065-8 Rini
3 C-18-25-05-020-084-5 Frans Edi Nugroho
4 C-18-25-05-020-027-6 Haniek Priyanti
5 C-18-25-05-020-056-9 Hasmawati
6 C-18-25-05-020-052-5 Aseh Kaice
7 C-18-25-05-020-079-2 Bambang Saktiono
8 C-18-25-05-020-012-5 Novia Eka Heryanti
9 C-18-25-05-020-071-2 Suriati
10 C-18-25-05-020-078-3 Arida Suraeni

 

Semoga hasil yang diperoleh ini dapat ditingkatkan kedepannya, dan bagi teman-teman lainnya terus belajar dan bersemangat agar mencapai kesuksesan sesuai dengan yang dicita-citakan

Pelaksanaan UNBK Paket B dan C (Late Post)


Memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi setiap orang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah sebuah tugas mulia yang diamanahkan bagi setiap kaum terdidik, apalagi jika semangatnya diawali dengan apa yang telah tertulis dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945: “untuk memajukan kesejahteraan umum” dan “mencerdaskan kehidupan bangsa”, tentunya akan menjadi niatan fastabiqul khairat yang akan bernilai lebih positif dan diharapkan dapat menjadi amal jariyah bagi para pelakunya.

Spirit semacam itulah yang menggelora di hati para pengurus Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Penata Kehidupan Kurik, yang menjadi garda terdepan dalam peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia di Papua, Khususnya di Tanah Animha Merauke.

Atas kerja keras dan kerjasama yang harmonis PKBM Penata Kehidupan bersama SMA Negeri 1 Kurik, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) perdana tahun 2018 berhasil diselenggarakan bagi siswa-siswi pendidikan kesetaraan paket C (setara SMA) dan Paket B (setara SMP)

“Kini pendidikan kesetaraan memang benar-benar setara, tak ada lagi sekat dan pembeda antara pendidikan normal berjenjang dengan kesetaraan.

Gbr. Pelaksanaan UNBK di Lab SMAN 1 Kurik

“Dengan berbagai kondisi yang dihadapi, pelaksanaan UNBK relatif lancar, bahkan untuk ukuran pendidikan kesetaraan di wilayah 3T kondisi ini bisa dibilang sudah baik. Hanya saja perlu ada peningkatan performa untuk UNBK selanjutnya, seperti penyediaan server lokal cadangan dan juga komputer client cadangan untuk menghadapi kondisi di luar kendali.

Raut wajah tegang dan lelah dari panitia seakan terhapus ketika melihat senyum lebar para siswa sesaat setelah mereka menyelesaikan mata pelajaran terakhirnya. Semangat teman-teman dalam meningkatkan kualitas pendidikannya seakan menjadi pemantik dan pendorong tersendiri bagi pengurus PKBM Penata Kehidupan Kurik untuk terus berusaha meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat lewat jalur penyediaan layanan pendidikan kesetaraan yang berkualitas.

“Semoga setelah ini (keberhasilan pelaksanaan UNBK perdana) akan terus ada inovasi yang berkelanjutan dari PKBM Penata Kehidupan Kurik.

“Kami selaku pengurus PKBM Penata Kehidupan mengucapkan terima kasih kepada SMA Negeri 1 Kurik yang telah membantu menyediakan sarana dan prasarana serta membantu dalam menyukseskan penyelenggaraan UNBK bagi peserta UNBK Paket B dan Paket C.

Simulasi UNBK Paket B dan C PKBM Penata Kehidupan (Late Post)


Gbr. Syncron server 1 dan 2 pra simulasi paket B dan C

Dalam rangka mempersiapkan siswa untuk Ujian Nasional 2018 maka diadakan Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) 2017/2018 dan simulasi UNBK Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (pkbm) PKBM Penata Kehidupan Kurik di SMA Negeri 1 Kurik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr. Pelaksanaan Simulasi Paket B dan C PKBM Penata Kehidupan

134 Warga Belajar PKBM PENATA KEHIDUPAN terdaftar mengikuti UNBK


KURIK – Pendidikan Kejar Paket B dan Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Penata Kehidupan Kurik, mengikuti serangkaian Ujian Akhir Nasional dengan peserta yang terdaftar sebanyak 134 Orang. Mulai dari Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sampai dengan Pelaksanaan UNBK dan UNBK Susulan, yang berlangsung lancar dan sukses di Lab Komputer SMA Negeri 1 Kurik dan ini merupakan pengalaman pertama kalinya PKBM Penata Kehidupan menyelanggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

Gbr. Peserta UNBK Paket C Sedang Mengerjakan Soal

Para Warga Belajar yang mengikuti  UNBK  nampak  bersemangat karena mereka bertekad  ingin menyelesaikan waktu pembelajaran melalui UNBK Tahun 2018.

Ketua PKBM Penata Kehidupan,  Kamal Haqi Jawani, SE saat diwawancarai, Kamis (2/5) siang menjelaskan, Warga Belajar Paket B atau setara SMP dan Paket C setara SMA yang terdaftar berjumlah 134 Orang, dengan perincian : 30 Orang Mengundurkan diri tanpa alasan, 5 Orang dalam pra dan pasca melahirkan, 1 Orang Kecelakaan Lalu Lintas saat akan mengukti UNBK. Sehingga jumlah peserta yang mengikut UNBK sejumlah 98 Orang.

Dikatakan, kedepannya akan dievaluasi kembali tentang tata kelola penerimaan peserta didik baru bagi program kesetaraan paket, sehingga Pendidikan Nonformal di Tanah Papua, khusunya Merauke bisa lebih berkompeten dan bersaing dengan sekolah-sekolah Formal lainnya yang sederajat.

Ia menambahkan, pendidikan kesetaraan Kejar Paket B dan Paket C itu merupakan jalur pendidikan non formal. Namun memiliki standar kompetensi lulusan yang sama dengan sekolah formal.

“Konten, konteks, metodologi dan pendekatan untuk mencapai standar kompetensi tersebut lebih memberikan konsep – konsep terapan tematik, indukatif yang terkait dengan permasalahan lingkungan dan melatih kehidupan berorientasi kerja  atau berusaha mandiri,” katanya.

Kamal Haqi Jawani, SE menambahkan, selaku penyelenggara pendidikan non formal,  PKBM Penata Kehidupan Kurik bukan hanya melayani program kesetaraan paket saja, tetapi ada juga pelatihan dan kursus dan masih banyak lagi program-program lainnya. Kami berupaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai yang dapat secara berjenjang dan berstruktur dengan sistem yang luwes, fungsional dan mengembangkan kecakapan hidup untuk belajar sepanjang hayat,” katanya. (Subakir/Kadik)

Mengemas Pembelajaran Tutorial pada Pendidikan Kesetaraan


Sebagian besar tutor dan penyelenggara pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B, dan Paket C), masih rancu dengan tiga bentuk pembelajaran yaitu tatap muka, tutorial, dan mandiri. Terutama masih belum jelas bagaimana bentuk pembelajaran tutorial yang sesungguhnya di pendidikan kesetaraan. Seringkali kegiatan pembelajaran yang bentuknya tatap muka biasa dianggap sebagai tutorial, hanya karena pendidiknya disebut dengan tutor.

Secara umum pembelajaran tutorial (tutoring) adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat akademik oleh tutor kepada warga belajar (tutee) untuk membantu kelancaran proses belajar mandiri warga belajar secara perorangan atau kelompok berkaitan dengan materi ajar. Pembelajaran tutorial dilaksanakan secara tatap muka atau jarak jauh berdasarkan konsep belajar mandiri.

Konsep belajar mandiri dalam tutorial dibedakan dengan bentuk pembelajaran mandiri sebagaimana diatur dalam standar isi dan standar proses program pendidikan kesetaraan. Konsep belajar mandiri dalam tutorial mengandung pengertian, bahwa tutorial merupakan bantuan belajar dalam upaya memicu dan memacu kemandirian, disiplin, dan inisiatif diri warga belajar dalam belajar dengan minimalisasi intervensi dari pihak pembelajar/tutor.
Berdasarkan standar proses pendidikan kesetaraan pembelajaran tutorial adalah berbasis menyelesaian masalah-masalah yang sulit, atau lebih praktis lagi pembelajaran tutorial berbentuk latihan soal atau drill soal. Tutorial disediakan bagi warga belajar yang membutuhkan bimbingan untuk pencapaian kompetensi tertentu atau bimbingan lain yang menunjang pencapaian kompetensi, termasuk praktek keterampilan.
Proses pembelajaran tutorial dilakukan minimal 30% dari keseluruhan proses pembelajaran yang dihitung secara blok satuan kredit kompetensi.
Lalu apa beda pembelajaran tatap muka dan pembelajaran tutorial sabagaimana diatur dalam standar proses pendidikan kesetaraan? Perbedaan pokok adalah pada fokus belajar, pembelajaran tatap muka berorientasi pada penyampaian materi sedangkan pembelajaran tutorial berorientasi pada pembahasan materi yang sulit. Jika dianalogikan, tutor dalam pembelajaran tatap muka seperti guru sekolah mengajar sedangkan tutor dalam pembelajaran tutorial seperti guru bimbingan belajar/les. Cukup mudah untuk dapat membedakan keduanya.
Prinsip pokok tutorial adalah ‘’kemandirian warga belajar’’ (student’s independency). Tutorial tidak ada, jika kemandirian tidak ada. Jika warga belajar tidak belajar di rumah, dan datang ke tutorial dengan ‘kepala kosong’, maka yang terjadi adalah pembelajaran tatap muka biasa, bukan tutorial. Dengan demikian, secara konseptual tutorial perlu dibedakan secara tegas dengan pembelajaran tatap muka, di mana peran tutor sangat besar.
Peran utama tutor dalam tutorial adalah (1) pemicu dan pemacu kemandirian belajar warga belajar, berpikir dan berdiskusi; (2) pembimbing, fasilitator, dan mediator warga belajar dalam membangun pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan akademik dan profesional secara mandiri, dan/atau dalam menghadapi atau memecahkan masalah-masalah dalam belajar mandirinya; (3) memberikan bimbingan dan panduan agar warga belajar secara mandiri memahami mata pelajaran; (4) memberikan umpan balik kepada warga belajar secara tatap muka atau melalui alat komunikasi; memberikan dukungan dan bimbingan, termasuk memotivasi dan membantu warga belajar mengembangkan keterampilan belajarnya.
Agar tutorial tidak terjebak dalam situasi tatap muka biasa, terbina hubungan bersetara, mampu memainkan peran-peran di atas, dan tutorial berjalan efektif, tutor perlu menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berfungsi untuk (1) membangkitkan minat warga belajar terhadap materi yang sedang dibahas, (2) menguji pemahaman warga belajar terhadap materi pelajaran, (3) memancing warga belajar agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan tutorial, (4) mendiagnosis kelemahan-kelemahan warga belajar, dan (5) menuntun warga belajar untuk dapat menjawab masalah yang sedang dihadapi.
Selanjutnya pelaksanaan pembelajaran tutorial dilakukan melalui tahapan kegiatan sebagai berikut.

Kegiatan pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, tutor:

  1. menyiapkan kondisi pembelajaran agar warga belajar terlibat baik secara psikis maupun fisik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran;
  2. mencatat kehadiran warga belajar;
  3. menyampaikan tujuan tutorial.

Kegiatan inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi warga belajar untuk berpartsipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis warga belajar. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik warga belajar dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Dalam kegiatan inti, tutor:

  1. mengidentifikasi materi-materi yang sulit bagi warga belajar;
  2. bersama warga belajar membahas materi;
  3. memberikan latihan sesuai dengan tingkat kesulitan yang dialami setiap warga belajar;
  4. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain,
  5. memfasilitasi terjadinya interaksi antar warga belajar serta antara warga belajar dengan pendidik, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  6. melibatkan warga belajar secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran;
  7. memberikan balikan dan penguatan.

Kegiatan penutup

Dalam kegiatan penutup, tutor:

  1. bersama-sama dengan warga belajar membuat rangkuman/kesimpulan pelajaran;
  2. bersama warga belajar melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan;
  3. melakukan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan;
  4. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  5. memotivasi warga belajar untuk mendalami materi pembelajaran melalui kegiatan belajar mandiri;
  6. melakukan kegiatan tindak lanjut melalui layanan konseling, dan/atau memberikan tugas terstruktur baik secara individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar warga belajar;
  7. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan tutorial berikutnya.

Memperhatikan penjelasan di atas, maka dalam menyusun rencana pembelajaran dokumen silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) harus disesuaikan. Walau komponen dokumen pembelajaran sama antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran tutoria, namun terdapat perbedaan.

Dokumen silabus pembelajaran tutorial dicirikan pada kolom kegiatan pembelajaran, yaitu uraian kegiatan pembelajaran menandakan aktivitas pembelajaran tutorial bukan aktivitas pembelajaran tatap muka. Komponen lainnya tidak berbeda dengan komponen silabus pembelajaran tatap muka.
Dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tutorial dicirikan pada bagian langkah-langkah pembelajaran, yaitu berisi uraian langkah-langkah pembelajaran yang menandakatn aktivitas pembelajaran tutorial bukan aktivitas pembelajaran tatap muka. Komponen lainnya tidak berbeda dengan komponen RPP tatap muka.

Tutor juga menstimulasi warga belajar untuk terlibat aktif dalam pembahasan (a) masalah yang ditemukan warga belajar dalam mempelajari modul; (b) kompetensi atau konsep esensial mata pelajaran; dan (c) persoalan yang terkait dengan unjuk kerja warga belajar di dalam/di luar kelas tutorial.
Untuk mendukung pelaksanaan peran dan fungsi-fungsi di atas, tutor perlu menguasai secara trampil sejumlah keterampilan dasar tutorial, yakni (1) membuka dan menutup tutorial; (2) bertanya lanjut; (3) memberi penguatan; (4) mengadakan variasi; (5) menjelaskan; (6) memimpin diskusi kelompok kecil; (7) mengelola kelas; dan (8) mengajar kelompok kecil dan perorangan. Kedelapan jenis keterampilan dasar tutorial ini pada dasarnya sama dengan keterampilan dasar mengajar, yang diadaptasi dari perangkat “Sydney Micro Skills” yang dikembangkan oleh Sydney University tahun 1973.
Sebenarnya ada empat modus tutorial, yakni: tutorial tatap muka (TTM); tutorial tertulis (tutis) lewat surat-menyurat/krespondensi; tutorial elektorik (tutel) lewat televisi, radio, media massa, dan internet; dan tutorial online (tuton) lewat internet. Dalam konteks pembelajaran pendidikan kesetaraan, modus tutorial biasanya berbentuk tutorial tatap muka. Artinya tutorial dilaksanakan secara dengan bertatap-muka antar warga belajar bersama dengan tutor. Dengan demikian pembelajaran tutorial juga terjadwal sebagaimana pembelajaran tatap muka, karena pelaksanaan tutorial tatap muka juga menuntut kehadiran warga belajar di tempat pembelajaran.
Pembelajaran tutorial dapat berbentuk online, selama menggunakan daring sinkronus. Artinya antara tutor dan warga belajar dapat berinteraksi langsung (online) pada saat itu juga. Dalam hal ini tutor dapat mencatat kehadiran warga belajar dengan mengetahui notifikasi bahwa warga belajar sedang online mengikuti pembelajaran tutorial. Interaksi yang terjadi bisa menggunakan teleconference atau chatting.
Pembelajaran tutorial dapat dilaksanakan secara klasikal atau dibagi dalam kelompok. Jika dilakukan secara klasikal tutor jangan terjebak dalam pembelajaran tatap muka. Tutorial secara klasikal harus menuntut warga belajar untuk membaca terlebih dahulu modul yang ada, dan fokus kepada permasalahan yang dihadapi warga belajar dalam menguasai modul.
Pembelajaran tutorial dapat juga dilaksanakan secara kelompok, melalui diskusi kelompok. Diskusi kelompok terbimbing yang merupakan kelompok diskusi yang beranggotakan 5-6 warga belajar pada setiap kelas di bawah bimbingan tutor mata pelajaran dengan menggunakan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah warga belajar yang memiliki kemampuan di atas rata-rata anggotanya yang memiliki tugas untuk membantu kesulitan anggota dalam memahami materi ajar. Dengan menggunakan model tutor sebaya diharapkan setiap anggota lebih mudah dan leluasa dalam menyampaikan masalah yang dihadapi sehingga warga belajar yang bersangkutan terpacu semangatnya untuk mempelajari materi ajar dengan baik.
Untuk menghidupkan suasana kompetitif, setiap kelompok harus terus dipacu untuk menjadi kelompok yang terbaik. Oleh karena itu, selain aktivitas anggota kelompok, peran ketua kelompok sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan kelompok dalam mempelajari materi ajar yang disajikan. Ketua kelompok dipilih secara demokratis oleh seluruh warga belajar. Sebelum diskusi kelompok terbentuk, warga belajar perlu mengajukan calon tutor sebaya.

Tutor sebaya atau ketua kelompok memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut (1) memberikan tutorial kepada anggota terhadap materi ajar yang sedang dipelajari; (2) mengkoordinir proses diskusi agar berlangsung kreatif dan dinamis; (3) menyampaikan permasalahan kepada tutor pembimbing apabila ada materi ajar yang belum dikuasai; (4) menyusun jadwal diskusi bersama anggota kelompok, baik pada saat tatap muka di kelas maupun di luar kelas, secara rutin dan insidental untuk memecahkan masalah yang dihadapi; (5) melaporkan perkembangan akademis kelompoknya kepada tutor pembimbing pada setiap materi yang dipelajari.
Peran tutor dalam metode diskusi kelompok terbimbing model tutor sebaya hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing terbatas. Artinya, tutor hanya melakukan intervensi ketika betul-betul diperlukan oleh warga belajar

Sumber